Category Archives: ceritaku

Cewek Jorok (Cerbung) – Hancur

Standar

“Pemenang dalam kontes siswi teladan SMU Pelita Harapan 1 pada tahun ini adalah……. Nanda……, ya, selamat!!! Silakan maju kedepan untuk mengambil hadiah dan piagamnya”  kata seorang MC di acara perpisahan kami.

Dan terdengar tepuk tangan dari teman-temanku.

Ya, aku sudah mengira aku akan mendapatkannya. Setelah 3 tahun ini aku berusaha untuk menjadi anak yang baik dan mendapatkan nilai yang baik pula.

Dengan santai aku maju ke depan podium untuk mendapatkan hadiah.

“ Nanda, kamu ingin mengatakan sesuatu kapada kami atau teman-teman atau para hadirin yang hadir disini?” Tanya MC cakep itu.

Aku mengangguk dan mengambil mic dari MC itu.

“Baik, terimakasih kepada MC yang memberikan kesempatan ini kepada saya untuk menyampaikan sebilah dua bilah kata. Saya sangat bersyukur dan bahagia mendapatkan penganugerahan ini. Dan juga tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada orang tua saya, guru-guru yang telah memberikan ilmu kalian kepada kami, dan juga aku mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah memberikan support kapada saya. Terimakasih semuanya tanpa kalian semua aku tidak akan berdiri disini. Sekali lagi terimakasih.” Dengan nada terharu aku mengatakan semuanya.

Terdengar sekali lagi tepukan yang sangat meriah di berikan kepadaku.

Acara selesai,

Sesampainya di rumah,,

“Ma,, pa,, ini aku bawa sesu,,,” belum selesai aku mengatakannya aku mendengar keributan di dalm kamar ortu ku.

Seperti biasanya aku mendengar keributan yang tidak sering membuat aku menjadi takut dan sedih. Takut klo ortuku bercerai dan sedih klo mereka tidak mengerti perasaan aku sebagai anak mereka. Baru sebulan ini mereka selalu bertengkar. Aku tidak tau masalah apa yang membuat mereka seperti itu.

Lama sekali aku menunggu mereka keluar dan memberitahukan mereka klo aku menjadi siswa teladan. Sekitar setengah jam aku menunggu, papaku keluar tanpa kata-kata dan langsung duduk di ruang keluarga sambil menyalakan televisi. Tidak lama kemudian mamaku keluar dengan wajah sedih yang disimpan. Aku ingin bertanya kepada mereka ada masalah apa, tapi aku takut.

“Nanda, bagaimana tadi acaranya?” dengan lembut mamaku bertanya kepadaku.

“Mama, papa, aku jadi siswa teladan!” aku menjawabnya dengan nada riang seolah tidak tahu apa yang yang sudah terjadi.

“Baguslah, mama juga senang mendengarnya, ya kan Pa?”  dengan nada datar.

Tiba-tiba.

“Alah, Cuma gitu aja kok senang. Coba kalau kamu dapat beasiswa keluar negeri, baru bikin orang tua bangga.” Dengan nada ketus itu membuat hatiku sakit dan ingin sekali aku menangis sekuat-kuatnya. Aku berusaha untuk tenang dan santai pamit untuk pergi ke kamar meninggalkan mereka.

Di dalam kamar aku menangis sepelan mungkin supaya tidak kedengaran ortuku.

Seperti biasanya, papaku tidak puas dengan apa yang aku lakukan. Padahal aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Setelah puas menangis, aku tertidur sampai besok pagi.

Paginya ketika aku ingin berangkat sekolah aku tidak menemukan kedua orang tuaku. Tidak memperdulikan keadaan itu, aku langsung sarapan dan berangkat. Sesampainya di sekolah, aku mendapatkan berita klo aku masuk ke universitas yang sangat aku idam-idamkan di Malang. Setelah mendengar berita tersebut aku langsung menelpon mamaku. Mamaku sangat senang mendengarnya. Tapi di dalam pembicaraan, tidak biasanya mamaku menyuruh aku untuk pulang cepat, dan aku mengiyakan.

Sesampainya di rumah

 “Mama, ada apa?? Apakah ada sesuatu yang penting??” Aku bertanya kepada mamaku dengan nada resah. Tapi mamaku hanya diam.

“Kenapa ma?? Ma,, mama??? Kenapa kau diam saja?? Apa yang sedang terjadi??” tanyaku semakin penasaran dan persaanku menjadi campur aduk tidak nyaman.

Di meja tamu aku menemukan sesuatu. Apakah itu?? Sebuah surat?? Aku penasaran dan segera membuka surat itu.

”Astagfirullah.. Ini apa Mama?? Surat cerai mama dan papa?? Kenapa ma?? Kenapa ini bisa terjadi??” Setelah membacanya aku terduduk lemas dan menangis sejadi-jadinya. Ternyata mimpi burukku kini menjadi kenyataan. Mimpi yang selalu ingin aku lupakan.

“Nanda, kamu harus sabar nanda.. Papa dan Mama tidak punya pilihan lain selain melakukan cara ini. dan kami pikir, ini adalah jalan yang terbaik bagi kami berdua.” jelas mamaku sambil menangis.

“Apa??? mama bilang kami berdua?? apakah mama lupa selain kalian masih ada Nanda dan dede?? kalian berdua memang orang dewasa egois yang hanya memikirkan diri kalian sendiri. Kalian tidak pernah memikirkan kami sebagai anak kalian.      Aku benci kalian. aku BENCI!!” aku berlari ke kamarku dan menangis sejadi-jadinya.

TOK TOK TOK

“Nanda… Nanda.. Tolong dengarkan Mama. Nanda, maafkan mama Nanda. Mama bukan mama yang baik buat kalian.” jelas mamaku yang berusaha menenangkan aku.

Semakin mamaku mencoba untuk menenangku, semakin banyak tangis yang aku keluarkan. Tak terasa sejam aku menangis dan aku merasa mataku sangat bengkak. Aku lelah dan tertidur….
(Bersambung)

#tunggu cerita selanjutnya yaaah… 🙂

Iklan